Salah satu seminar penting yang khusus digelar di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau APEC Ke-20 di Singapura adalah seminar tentang usaha kecil menengah atau The APEC SME Summit 2009. Potensi bisnis UKM di kawasan Asia Pasifik bisa bertambah 1 triliun dollar AS jika semua pemimpin 21 anggota APEC memberikan iklim usaha yang mendukung kepada pelaku bisnis mini ini.
UKM juga mempekerjakan sekitar 60 persen angkatan kerja di Asia Pasifik. Hanya 10 persen dari jumlah perusahaan di Asia Pasifik yang merupakan pelaku usaha besar, sisanya adalah UKM.
(continue reading…)
Indikasi pemulihan ekonomi global berangsur-angsur menguat. Perkembangan tersebut tidak hanya dimonopoli oleh negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, ataupun negara-negara di Eropa. Aktivitas ekonomi di kawasan regional pun ternyata sudah mulai meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Secara nasional, keterjangkauan listrik tampaknya berkorelasi dengan lamanya kita menghirup kemerdekaan. Hampir 65 tahun kita merdeka, ternyata baru menghasilkan nisbah elektrifikasi (electrification ratio) 65 persen. Apakah 35 persen penduduk yang belum terjangkau listrik harus menunggu kemerdekaan genap 100 tahun?
Energi pemerintah sejak dua bulan terakhir ini terkuras habis untuk menyelesaikan masalah antara Polri, KPK, Antasari, dan Anggodo. Pemerintah seolah melupakan masalah pelik lain yang menyangkut hajat hidup masyarakat petani dan ketahanan pangan nasional, yakni distribusi dan harga eceran tertinggi pupuk yang baru.
Mengikuti perkembangan dan pertumbuhan organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik maupun berbagai inisiatif regional lain seperti Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara, kita memandang berbagai forum kerja sama terkait era pasca-Perang Dingin lebih menghadirkan peningkatan ketegangan ekonomi global ketimbang indikasi Samuel Huntington dalam tesisnya mengenai benturan budaya.