GENJER – yang mempunyai sebutan paku rawa merupakan sejenis tumbuhan rawa yang banyak dijumpai di sawah ataupun perairan dangkal. Biasanya ditemukan bersama-sama dengan eceng gondok. Genjer adalah sumber sayuran “orang miskin”, yang dimakan orang desa apabila tidak ada sayuran lain yang dapat dipanen.

Dalam bahasa internasional, genjer dikenal sebagai limnocharis, flower rush, lettuce, velvetleaf, yellow bur-head, atau cebolla de chucho. Tumbuhan ini tumbuh di permukaan perairan atau akarnya masuk ke dalam lumpur. Tingginya bisa mencapai setengah meter, daun tegak atau miring, tidak mengapung, tangkainya panjang dan berlubang, helainya bervariasi bentuknya.

Selain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan masakan. Genjer cocok diolah menjadi tumisan, lalap, pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor. Warna daunnya hijau dengan lapisan lilin sehingga terlihat mengkilat. Sifat sayur ini liat dengan rasa yang lezat.

Genjer kaya unsur gizi. Setiap 100 gram genjer mengandung energi 39 kkal, protein 1,7 gram, karbohidrat 7,7 gram, kalsium 62 mg, fosfor 33 mg, dan zat besi 2,1 mg. Sayuran ini juga kaya serat yang baik untuk menjaga saluran sistem pencernaan. Jika rajin mengonsumsi sayuran ini, dipercaya kanker kolon dan sembelit akan jauh dari Anda.